Hari ini, 15 Januari 2009.. Hampir seluruh bangsa Indonesia bersuka cita, karena pada hari ini, pemerintah kembali menurunkan harga BBM. Bensin dari Rp. 5.000,- menjadi Rp. 4.500,- dan Solar dari Rp.4.800,- menjadi Rp.4.500,-.. tapi kenapa tidak semua warga negara bersyukur atas penurunan harga BBM ini, padahal hampir semua orang dari pengamat perminyakan, mahasiswa, ormas,politisi, baik yang sudah duduk di kursi legislatif maupun yang saat ini sedang berusaha untuk duduk di kursi empuk legislatif, semuanya bersuara kenapa harga BBM diturunkan sangat sedikit seharusnya menurut berbagai kalangan bisa lebih dari harga tersebut di atas tadi, penurunan harga BBM di Indonesia.
dan, sedikit orang yang tidak bersyukur atas penurunan minyak itu adalah saya sendiri.. mungkin ini akan menjadi sebuah tanda tanya bahkan mungkin menjadi sebuah kontroversi (wuihhh... kaya pengamat yang udah terkenal aja)... kenapa di saat semua orang bersyukur atas penurunan harga BBM ini tapi seorang Fakhri Wardhani, yang tentunya bukan siapa-siapa di Nusantara ini malah menjadi trenyuh...
Rasionalisasi kenapa hal ini bisa muncul di dalam benak saya, karena dengan pemerintah menurunkan harga BBM, ini akan semakin memperkuat stigma bahwa bangsa Indonesia yang secara tertulis menganut sistem ekonomi Pancasila ini ternyata pada prakteknya kita menganut sistem ekonomi liberal.. Sistem ekonomi yang semuanya mengacu kepada dinamika pasar. hal ini terjadi dalam penentuan kenapa sampai harga BBM turun, harga BBM mengalami penurunan karena mengikuti harga minyak mentah dunia yang saat ini sudah turun mencapai 40$ per bareel dari sebelumnya lebih dari 100$/ bareel.. kenapa sebuah bangsa yang memiliki cadangan minyak yang sangat banyak ini harus mengikuti mekanisme pasar dunia,kenapa kita tidak berpikir untuk bagaimana kita memanage perminyakan kita sendiri. kita tidak perlu lagi mengekspor minyak mentah kualitas nomor 1 kita ke negara lain dan mengimpor minyak mentah kualitas ke 2 untuk di olah di negeri yang sangat melimpah SDA nya ini...
semua ini mungkin pernah ada terpikir di benak para petinggi-petinggi bangsa ini,namun mereka tidak pernah mau meaplikasikannya. karena dengan mereka sepakat untuk menggunakan bahan baku dari kita dan di olah di dalam negeri maka akan hilang lah semua potensi-potensi ekonomi mereka yang selama ini tersedia di dalam setiap kali terjadi transaksi jual beli minyak ke dan dalam negeri.
Masyarakat kita banyak yang bersyukur, namun kita tidak sadar bahwa saat ini kita di seret secara sistematis ke dalam pola ekonomi liberal, pola ekonomi yang ditawarkan oleh para kaum Kapitalis. Para kaum yang secara halus, menjajah bangsa kita. Bangsa Indonesia..
Mari kita pikirkan kembali, Betulkan sudah kebijakan yang sudah di ambil pasangan SBY-JK ini..
Thursday, January 15, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
