Wednesday, May 23, 2007
Refleksi 9 Tahun Reformasi
Jangan biarkan 9 tahun reformasi ini berlalu tanpa ada sebuah kemajuan untuk bangsa yang tercinta ini, Bangun bersama Civil Society untuk membuat sebuah poros baru untuk menjadi pengawal bangsa menuju bangsa yang sejahtera..
Tuesday, May 22, 2007
Perjanjian Ekstradisi Indonesia_Singapura
Menteri Pertahanan Indonesia Juwono Sudarsono meyakinkan semua kalangan di Tanah Air agar tidak terlalu khawatir dengan perjanjian Defence Cooperation Agreement (DCA) dan Military Training Area (MTA) dengan Singapura. Kerjasama dan latihan milter kedua negara dipastikan tidak merugikan Indonesia dan merusak lingkungan. "Jangan khawatir, percayakan kepada saya dan panglima. Kita akan melaksanakan implementasinya dengan cermat dan memperhatikan kepentingan nasional secara luas dan saling menguntungkan," ujar Juwono Menhan dalam Banjarmasin Post 22 mei 2007.
Yang jadi masalah sekarang adalah, siapa yang bisa percaya dengan ucapan Menhan tersebut. Sudah jelas-jelas kalau pada posisi itu Bangsa besar yang punya kedaulatan sendiri ini di bodohi ko' Menhan bisa mengatakan seperti itu. Sudah bosan rakyat Indonesia ini mempercayakan kepada elit-elit yang ga terlalu cerdas dalam menjalankan sebuah negara besar ini, tapi mereka dengan sangat santainya mengatakan untuk diberi kepercayaan kepada mereka..
Perjanjian ekstradisi antara Indonesia-Singapura kalau kita lihat secara holistik, lebih banyak menguntungkan pihak Singapura dan gejala-gejala ini sudah mulai terlihat dari sejak awal wacana ini dilontarkan. Perlu waktu yang sangat lama untuk draft perjanjian ekstradisi ini mulai di lirik kembali oleh Singapura.. Jelas sekali disini terlihat bahwa Indonesia tidak memiliki Bargaining Position yang kuat dalam hal ini.
apakah cuma untuk mengejar para koruptor-koruptor yang ngendon disana kita harus menggadaikan sebagian wilayah kita untuk di obok-obok oleh sebuah negara kecil di seberang sana.. Naif Banget..
Sunday, May 20, 2007
Indonesia Bangkit
Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, mau tidak mau kita harus mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa kita, yang dimulai dengan lahirnya gerakan nasionalis pertama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, hampir seratus tahun yang lalu.
Pergerakan nasional ini dipimpin oleh seorang Dokter yang bernama Dr. Soetomo di Jakarta. Dengan dorongan dilahirkannya Boedi Oetomo ini, kemudian lahirlah pula organisasi pergerakan di Surabaya pada tahun 1912 dengan nama Sarekat Islam (SI) di bawah pimpinan Haji O.S. Tjokroaminoto bersama Haji Agus Salim dan Abdul Muis. Dalam perjalanannya Sarekat Islam kemudian pecah menjadi SI merah dan SI putih. Dalam tahun 1912 itu lahir pula satu gerakan politik yang amat penting, yaitu Indische Partij yang dimpimpin oleh Douwes Dekker (Dr. Setiabudhi), R.M. Suwardi Suryaningrat dan Dr. Tjipto Mangunkusumo. Tahun 1913, partai ini dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda dan pemimpin-pemimpinnya ditangkapi dan kemudian dibuang dalam pengasingan.
Namun, bukan sejarah tersebut yang akan hadir dalam tulisan ini karena pada dasarnya saya bukan seorang ahli sejarah tapi yang menarik yang kita bicarakan bagaimana kondisi bangsa ini setelah 99 tahun Kebangkitan Bangsa ini dicetuskan oleh para pendahulu kita.
Menilik kondisi bangsa ini dibawah pemerintahan SBY-JK, menurut sebagian orang-orang elit kita sudah bergerak maju dibanding dengan masa orde baru kemarin indikatornya adalah Nilai tukar rupiah stabil, harga saham naik dan investor mau berdatangan ke Indonesia tapi kalau kita melihat lebih jauh lagi, ternyata kondisi bangsa kita tidak seperti apa yang digambarkan mereka-mereka kaum elit pengikut SBY-JK tersebut.
Betul sekali pendapat mereka ketika kita melihat dari sektor pembangunan makro tapi saat ini yang dibutuhkan masyarakat bukan itu. kita lihat saja, kondisi masyarakat kita, orang miskin masih banyak, pengangguran masih berhamburan, anak putus sekolah ada dimana-mana.. apakah ini yang dinamakan bangsa kita telah maju?
Sudah saatnya kita bangkit!!! bangkit dari apa, bangkit dari keterpurukan, bangkit dari kemiskinan yang ada dimana-mana, bangkit dari kebodohan yang telah menindih kita dalam bayang-bayang gelap..
Menjadi sebuah renungan kita, bagaimana kita mengisi tahun-tahun kebangkitan bangsa Indonesia ini ke depannya. jangan pernah kita berpikir siapa yang akan menjadi pelopor kebangkitan bangsa ini tapi bagaimana kita berpikir bagaimana kita bisa menjadi salah satu aktor dalam kebangkitan bangsa tersebut..
MERDEKA!!!
