Menteri Pertahanan Indonesia Juwono Sudarsono meyakinkan semua kalangan di Tanah Air agar tidak terlalu khawatir dengan perjanjian Defence Cooperation Agreement (DCA) dan Military Training Area (MTA) dengan Singapura. Kerjasama dan latihan milter kedua negara dipastikan tidak merugikan Indonesia dan merusak lingkungan. "Jangan khawatir, percayakan kepada saya dan panglima. Kita akan melaksanakan implementasinya dengan cermat dan memperhatikan kepentingan nasional secara luas dan saling menguntungkan," ujar Juwono Menhan dalam Banjarmasin Post 22 mei 2007.
Yang jadi masalah sekarang adalah, siapa yang bisa percaya dengan ucapan Menhan tersebut. Sudah jelas-jelas kalau pada posisi itu Bangsa besar yang punya kedaulatan sendiri ini di bodohi ko' Menhan bisa mengatakan seperti itu. Sudah bosan rakyat Indonesia ini mempercayakan kepada elit-elit yang ga terlalu cerdas dalam menjalankan sebuah negara besar ini, tapi mereka dengan sangat santainya mengatakan untuk diberi kepercayaan kepada mereka..
Perjanjian ekstradisi antara Indonesia-Singapura kalau kita lihat secara holistik, lebih banyak menguntungkan pihak Singapura dan gejala-gejala ini sudah mulai terlihat dari sejak awal wacana ini dilontarkan. Perlu waktu yang sangat lama untuk draft perjanjian ekstradisi ini mulai di lirik kembali oleh Singapura.. Jelas sekali disini terlihat bahwa Indonesia tidak memiliki Bargaining Position yang kuat dalam hal ini.
apakah cuma untuk mengejar para koruptor-koruptor yang ngendon disana kita harus menggadaikan sebagian wilayah kita untuk di obok-obok oleh sebuah negara kecil di seberang sana.. Naif Banget..

0 komentar:
Post a Comment