Sunday, May 20, 2007

Indonesia Bangkit

Hari ini, tepat 99 tahun Bangsa Indonesia merayakan Hari Kebangkitan Nasional. Hari kebangkitan nasional yang di ambil dari momentum perjuangan Boedi Oetomo dan kawan-kawan pada tanggal 20 Mei 1908.
Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, mau tidak mau kita harus mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa kita, yang dimulai dengan lahirnya gerakan nasionalis pertama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, hampir seratus tahun yang lalu.
Pergerakan nasional ini dipimpin oleh seorang Dokter yang bernama Dr. Soetomo di Jakarta. Dengan dorongan dilahirkannya Boedi Oetomo ini, kemudian lahirlah pula organisasi pergerakan di Surabaya pada tahun 1912 dengan nama Sarekat Islam (SI) di bawah pimpinan Haji O.S. Tjokroaminoto bersama Haji Agus Salim dan Abdul Muis. Dalam perjalanannya Sarekat Islam kemudian pecah menjadi SI merah dan SI putih. Dalam tahun 1912 itu lahir pula satu gerakan politik yang amat penting, yaitu Indische Partij yang dimpimpin oleh Douwes Dekker (Dr. Setiabudhi), R.M. Suwardi Suryaningrat dan Dr. Tjipto Mangunkusumo. Tahun 1913, partai ini dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda dan pemimpin-pemimpinnya ditangkapi dan kemudian dibuang dalam pengasingan.
Itulah sekelumit sejarah tentang momentum hari Kebangkitan Nasional yang saat ini kita peringati setiap tahun.
Namun, bukan sejarah tersebut yang akan hadir dalam tulisan ini karena pada dasarnya saya bukan seorang ahli sejarah tapi yang menarik yang kita bicarakan bagaimana kondisi bangsa ini setelah 99 tahun Kebangkitan Bangsa ini dicetuskan oleh para pendahulu kita.
Menilik kondisi bangsa ini dibawah pemerintahan SBY-JK, menurut sebagian orang-orang elit kita sudah bergerak maju dibanding dengan masa orde baru kemarin indikatornya adalah Nilai tukar rupiah stabil, harga saham naik dan investor mau berdatangan ke Indonesia tapi kalau kita melihat lebih jauh lagi, ternyata kondisi bangsa kita tidak seperti apa yang digambarkan mereka-mereka kaum elit pengikut SBY-JK tersebut.
Betul sekali pendapat mereka ketika kita melihat dari sektor pembangunan makro tapi saat ini yang dibutuhkan masyarakat bukan itu. kita lihat saja, kondisi masyarakat kita, orang miskin masih banyak, pengangguran masih berhamburan, anak putus sekolah ada dimana-mana.. apakah ini yang dinamakan bangsa kita telah maju?
Sudah saatnya kita bangkit!!! bangkit dari apa, bangkit dari keterpurukan, bangkit dari kemiskinan yang ada dimana-mana, bangkit dari kebodohan yang telah menindih kita dalam bayang-bayang gelap..
Menjadi sebuah renungan kita, bagaimana kita mengisi tahun-tahun kebangkitan bangsa Indonesia ini ke depannya. jangan pernah kita berpikir siapa yang akan menjadi pelopor kebangkitan bangsa ini tapi bagaimana kita berpikir bagaimana kita bisa menjadi salah satu aktor dalam kebangkitan bangsa tersebut..
MERDEKA!!!

No comments: